Fenomena Air Sinkhole di Sumbar Diklaim Bisa Sembuhkan Penyakit, Badan Geologi dan BBPOM: Belum Terbukti Ilmiah
Fenomena lubang sinkhole di Sumatera Barat memicu kepercayaan masyarakat bahwa airnya mampu menyembuhkan penyakit. Namun, Badan Geologi Kementerian ESDM dan BBPOM menegaskan belum ada bukti ilmiah yang mendukung klaim ini dan memperingatkan potensi risiko kesehatan.

Sumatera Barat – Fenomena sinkhole yang muncul di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota beberapa waktu lalu menarik perhatian luas masyarakat karena air di dalamnya dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Beberapa warga bahkan ramai-ramai mengantre untuk mengambil air tersebut dengan harapan memperoleh khasiat kesehatan.
Menurut laporan media lokal, lubang raksasa yang muncul di areal persawahan tersebut kini menjadi objek yang ramai dikunjungi, tidak hanya oleh warga setempat tetapi juga dari luar daerah. Warga terlihat membawa galon dan wadah untuk mengambil air yang tampak bening dan biru dari dasar lubang tersebut.
Namun, kepercayaan bahwa air sinkhole ini bisa menyembuhkan penyakit belum terbukti secara ilmiah. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara tegas meminta warga agar tidak mudah percaya pada klaim-klaim kesehatan yang belum melalui uji klinis atau penelitian ilmiah yang valid. Anggota tim Badan Geologi, Taufik Wirabuana, menegaskan bahwa hingga kini belum ada dasar ilmiah yang menyatakan air tersebut memiliki manfaat penyembuhan.
Pihak berwenang juga menjelaskan bahwa fenomena sinkhole sendiri merupakan kejadian geologi yang umum terjadi di Indonesia dan bukan berarti kondisi airnya secara otomatis sehat atau berkhasiat obat. Tim Geologi bahkan telah mengambil sampel air untuk dianalisis lebih lanjut, namun hasil lengkapnya belum tersedia untuk publik.
Selain itu, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) mengingatkan masyarakat bahwa air dari sinkhole belum melalui uji klinis dan belum teruji aman dikonsumsi. Menurut BBPOM, air tersebut berpotensi mengandung bakteri, logam berat, atau zat lain yang dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi tanpa pengolahan yang tepat.
Peringatan dari kedua lembaga ini sangat penting karena penyebaran informasi yang tidak akurat tentang khasiat kesehatan dapat membuat masyarakat mengambil risiko tanpa pertimbangan keselamatan yang benar.

